Kesaksian Ruslan Abdulgani
SOURCE DOKUMEN KESAKSIAN RUSLAN ABDULGANI DAPAT DIUNDUH DISINI
Rangkuman
Dimuat secara bersambung dalam harian “Surabaya Post” dari tanggal 25 Oktober 1973 s.d 9 November 1973; diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 1974 dengan judul “Seratus Hari di Surabaya yang Menggemparkan Indonesia”)
Selesai perundingan siang hari itu, maka sekira pukul 13.00 siang Bung Karno cs dan Jenderal Hawthorn cs berangkat kembali ke Jakarta. Dengan selamat mereka dapat kita antarkan ke lapangan terbang Morokrembangan, di tengah-tengah tembakan yang di sana sini masih terjadi.
Kontak biro segera bersidang di kantor Gubernuran. Kini tidak di kamar kerja Pak Surio tetapi di kamar kerja Pak Sudirman. Rapat dimulai kira-kira pukul 15.00 lebih, dan menunjuk Kapten Shaw dan saya masing-masing selaku Sekretaris bersama dari kontak biro.
Dengan bulat Kontakbiro mengambil keputusan untuk mendatangi sendiri kedua tempat itu. Kurang lebih pukul 5 sore kita semua dengan 8 mobil berderet-deret menuju ke Gedung Lindeteves dulu. Ternyata di situ tembak menembak sudah berhenti. Segera kita meneruskan perjalanan ke Gedung Internatio. Di situlah sore hari Selasa tanggal 30 Oktober terjadi suatu malapetaka, yang menentukan jalannya sejarah Kota Surabaya dan juga jalannya perjuangan kemerdekaan kita di seluruh Indonesia.
Komentar
Posting Komentar